SansRadio - Jakarta - Sejumlah cerita rakyat Indonesia diadaptasi menjadi pentas musikal virtual yang akan disiarkan streaming mulai 23 Juli hingga Agustus mendatang.
Di antaranya terdapat Malin Kundang, Timun Mas, Rara J (Rara Jonggrang), Sangkuriang, Bawang Merah Bawang Putih, dan Lutung Kasarung yang akan dipentaskan dalam tajuk #MusikalDiRumahAja.
Pementasan yang menjadi kolaborasi Indonesia Kaya dan BOOW LIVE ini turut melibatkan 6 sutradara teater, 6 sutradara film, 6 sinematografer, 7 penata musik, serta 44 aktor, aktris dan penari Indonesia.
Program Director Renitasari Adrian mengatakan bahwa acara ini menjadi kelanjutan dari berbagai kegiatan yang diusung Indonesia Kaya selama masa pandemi Covid-19, seperti #NontonTeaterDiRumahAja, #PuisiDiRumahAja, dan #ProsaDiRumahAja.
"Pandemi Covid-19 ini mengubah ruang pentas yang identik dengan bangunan fisik kini berpindah dalam ruang virtual dan mendorong para pekerja seni untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini agar ekosistem industri seni pertunjukan tetap bertahan," kata Renitasari.
Produser Eksekutif #MusikalDiRumahAja Bayu Pontiagust menambahkan, "#MusikalDiRumahAja ini menjadi salah satu wadah bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya meski dibatasi ruang dan pertemuan fisik. Namun, hal ini justru mendorong kreativitas para pekerja seni dan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa."
Lebih lanjut, Bayu mengungkapkan bahwa hampir seluruh persiapan dilakukan secara online dengan pengambilan gambar mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku.
Enam cerita rakyat Indonesia ini disebut dibuat dalam kemasan baru dan menggunakan teknologi agar dapat dikonsumsi lebih luas. Seluruh elemen dari seni teater, seni tari, seni suara dan teknologi film pun dijadikan satu untuk menciptakan karya baru tersebut.
Nia Dinata, yang ditunjuk menyutradarai cerita rakyat Lutung Kasarung bersama Rusdy Rukmarata, mengungkapkan bahwa karya tersebut menjadi kolaborasi visi antara sutradara teater dan film.
"Teater dan film itu dua alur seni yang berbeda. Teater itu satu dimensi, ditonton dari atas panggung, dan point of view-nya di depan. Berbeda dengan film 360 derajat dan harus terlihat emosi dan perspektif karakter-karakternya," kata Nia.
"Jadi ini bentuk kerja sama, sutradara teater ambil teaternya dan sutradara film ambil angle-angle yang bisa dinikmati, menggugah penonton di rumah," lanjutnya.
Pentas #MusikalDiRumahAja akan disiarkan secara streaming di saluran YouTube Indonesia Kaya, setiap Kamis pukul 20.00 WIB mulai 23 Juli mendatang.
Sumber berita : https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20200717235025-241-526108/malin-kundang-hingga-sangkuriang-diangkat-ke-musikal-virtual