SansRadio - Jakarta, Pendiri Microsoft, Bill Gates menyebut potensi pembelian TikTok dengan Microsoft bagaikan sebuah piala beracun. Gates mengatakan pembelian operasional TikTok di beberapa wilayah tak akan mudah dan sederhana dari apa yang dibayangkan.
“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi dengan kesepakatan itu. Tapi ya, itu adalah piala beracun,” ujar Bill Gates kepada Wired.
Saat ditanya apakah Gates khawatir ketika Microsoft mencoba peruntungan di bisnis media sosial, ia mengatakan persaingan bisnis di media sosial itu merupakan hal yang baik bagi perusahaan media sosial besar seperti Facebook.
Gates mengakui sempat kesulitan dan bingung dengan perjanjian TikTok ini, sebab Presiden AS Donald Trump yang menyarankan Kementrian Keuangan AS akan mendapatkan jatah dari akuisisi TikTok.
“Selama proses ini, Microsoft berharap untuk melanjutkan dialog dengan Pemerintah Amerika Serikat, termasuk dengan Presiden,” tulis Microsoft dalam laman blog resminya, dikutip dari New York Post, Senin (3/8/2020).
Sebelumnya, TikTok telah menjadi subjek pengawasan dari pejabat publik AS atas kekhawatiran pemerintah China, yang menggunakan aplikasi tersebut untuk menyerap informasi terkait data pengguna.
“Saya setuju bahwa prinsip yang dijalankan ini sangat aneh. Jatah itu aneh. Bagaimanapun, Microsoft harus menangani semua itu,” ujar Bill Gates.
Pada Jumat (7/8/2020), Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang TikTok beroperasi di wilayah teritorial AS. Aturan itu berlaku dalam 45 hari ke depan.
Setela itu berlaku, maka AS akan melarang warga maupun perusahaan melakukan transaksi apa pun dengan ByteDance Ltd, pemilik aplikasi TikTok.