SansRadio - Jakarta
Berita duka datang dari seorang sastrawan ternama di Indonesia. Sapardi Djoko Darmono menghembuskan nafas terakhir pada hari Minggu, 19 Juli 2020 pada pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit BSD Eka Hospital.
Marketing Communication Manager RS Eka Hospital, Erwin Suyanto, menjelaskan penyebab sastrawan kelahiran 20 Maret 1940 itu meninggal dunia disebabkan oleh penurunan fungsi organ.
Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai seorang akademisi sekaligus sastrawan besar di Indonesia. Ia telah menghasilkan deretan karya dan memperoleh banyak penghargaan atas perannya di bidang sastra. Beberapa karya Sapardi Djoko Damono antara lain Duka-Mu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Perahu Kertas (1983), Sihir Hujan (1984), Hujan Bulan Juni (1994), dan Arloji (1998). Serta Ayat-ayat Api (2000), Mata Jendela (2000), Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro (2003), kumpulan cerpen Pengarang Telah Mati (2001), dan kumpulan sajak Kolam (2009).
Yang Fana Adalah Waktu merupakan karya penutupnya berupa buku kumpulan puisi (Trilogi Hujan Bulan Juni #3) yang mengisahkan hubungan manusia yang diwarnai perbedaan budaya dan agama.
Sumber: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/28/200000769/sapardi-djoko-damono-perannya-dalam-sastra-indonesia