breaking news New

``American Idiot`` Penghinaan atau Kritik?

``American Idiot``  Penghinaan atau Kritik? Greenday - American Idiot

Lagu "American Idiot" yang diciptakan oleh band punk legendaris Green Day yang dikepalai oleh Billie Joe Armstrong ini, sempat merajai tangga-tangga lagu di Amerika Serikat. Musiknya yang terdengar keras serta lirik yang dirasa sarkas menjadi menu utama yang disajikan di lagu ini. Sekilas, lagu ini terdengar seperti penghinaan yang amat dalam terhadap warga Amerika. Namun jika kita kupas sampai dalam, lagu ini ternyata bisa dianggap sebagai "Penyelamat" warga America yang mendengarkannya. Oke, daripada ngomul mending langsung aja kita kupas lirik dari lagu ini ya!

kita mulai dari bait pertama lagunya 

"Don't wanna be an American idiot
Don't want a nation under the new media
And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind-fuck America"

Disini sangat jelas tertulis bahwa "Don't want a nation under the new media" artinya Billie menghimbau untuk yang mendengarkannya, jangan mau negara yang diatur oleh sebuah media yang artinya, Billie sangat membenci media yang dimana pihak media itu bisa mengatur negaranya tercinta untuk melakukan yang mereka mau. Billie pun mengkritik masyarakatnya yang masih percaya akan berita itu dengan kata-kata "The subliminal mind-fuck America"  yang artinya bahwa pikiran bawah sadar mereka masih rusak. 

Di bait kedua Atau di bagian Reffnya terdapat,

"Welcome to a new kind of tension
All across the alien nation
Where everything isn't meant to be okay
Television dreams of tomorrow
We're not the ones who're meant to follow
For that's enough to argue"

Bait ini menurut saya menjelaskan apabila media berhasil mengontrol satu wilayah, maka akan menimbulkan tensi atau ketegangan antar masyarakatnya. Kemudian hasil dari hal itu adalah masyarakat merasa aneh dan asing tinggal di tempat mereka yang sebelumnya nyaman. Kemudian juga, Televisi dinilai oleh Billie sebagai sarang penggiringan opini dan sumber dimana berita berkembang dan disebarkan. Kemudian juga, karena penggiringan opini tersebut, televisi bisa meramalkan masa depan dalam artian televisi bisa menggiring masyarakat untuk melakukan apa yang mereka mau. Karena itu, untuk segelintir orang yang sadar akan hal itu, mereka lebih memilih tidak mengikuti program tersebut karena mereka tau opini pribadi mereka tidak akan didengar oleh orang yang sudah dipengaruhi oleh media.

Di bait ketiga ada terdapat,

"Well maybe I'm the faggot America
I'm not a part of a redneck agenda
Now everybody do the propaganda
And sing along to the age of paranoia"

Faggot adalah sebuah kata slang bagi orang Amerika yang berarti penyuka sejenis atau homoseksual, hal ini berhubungan dengan gosip yang beredar bahwa penyanyi utama band Green Day, adalah seorang homoseksual. Namun disini, ia menegaskan walaupun ia mendapatkan komentar yang tidak baik dari masyarakat, tapi setidaknya ia tetap pada prinsipnya yang tidak mendukung agenda dan kebijakan kelompok redneck, istilah bagi kelompok selatan AS yang dianggap identik dengan gaya hidup konservatif dan rasis. Ketika seseorang sudah mempercayai suatu kabar, maka ia akan menjadi ‘agen’ media untuk menyebarkan kabar tersebut dan membuat orang lain percaya. Pemberitaan subjektif dari mulut ke mulut tanpa peduli benar atau salah, hal itu menimbulkan adanya propaganda. Masyarakat yang larut di dalamnya suatu saat akan mengalami ketakutan atau paranoid atas  kaum tertentu, negara tertentu, dimana mereka tidak bisa lagi berpikir kritis

Di bait keempat terdapat,

"Don't wanna be an American idiot
One nation controlled by the media
Information Age of hysteria
It's calling out to idiot America"

Lirik ini mempunyai makna yang kurang lebih sama pada bait pertama, namun di sini kembali ditegaskan bahwa rakyat AS tidak boleh menelan semua berita atau informasi yang disampaikan media mentah-mentah, sehingga mereka tidak dapat dibodoh-bodohi oleh media. Karena hal yang seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang ‘idiot’ yang sudah diperdaya oleh media.

Amerika Serikat mempunyai 2 partai politik utama, yaitu Partai Republikan yang konservatif & Partai Demokrat yang berhaluan modern liberal. Redneck pada lagu ini berhubungan dengan karakteristik kaum redneck yang dianggap konservatif. Secara kasar lagu ini mungkin bisa dianggap sebagai protes bagi Partai Republikan dan para partisipannya yang mau-mau saja mendukung segala kebijakan dari partai tersebut. Kebetulan, lagu ini dirilis pada saat kubu dari Partai Republikan sedang menguasai panggung politik AS dengan George W. Bush sebagai pentolannya, berhasil dipilih kembali pada pemilu presiden 2004.

Jadi sebenarnya, inti dari lagu ini adalah pemberontakan mereka (Green Day) selaku warga negara Amerika terhadap aksi para pemerintah yang memanfaatkan media untuk melakukan propaganda dan menjadikan negara mereka sendiri terasa asing bagi bangsanya. Di lagu ini jelas terlihat bahwa media sangat berdigdaya dan dapat mempengaruhi sebagian besar masyarakat Amerika.

 

ButterflyWaltz.