SansRadio - Jakarta, Serba-serbi tentang teh yang bermanfaat masih belum banyak diketahui. Ternyata ada beberapa mitos dan fakta tentang teh yang tak perlu dipercaya.
Teh dikenal sebagai minuman herbal yang banyak manfaatnya untuk tubuh. Berbagai jenis teh banyak ditemukan dengan beragam komponen dan manfaatnya yang spesial satu sama lain.
Tetapi masih banyak kepercayaan-kepercayaan yang dipertanyakan oleh penikmat teh. Untuk menjawab hal tersebut ahli gizi dan peneliti bersama-sama mengungkapkan fakta dan mitos tentang teh.
Ada banyak kepercayaan yang ternyata benar dan sebagian lagi yang tak perlu dipercaya. Agar tak salah paham, sebaiknya cek daftar fakta dan mitos tentang teh ini.
Berikut ini 7 mitos dan fakta tentang minum teh yang perlu diketahui menurut Tea Floor:
1. Minum teh dan vitamin tidak boleh bersamaan
Pada beberapa kondisi, teh memang tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan vitamin. Hal ini untuk mencegah kegagalan penyerapan vitamin pada tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan teh.
Terutama pada ibu hamil yang harus mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin. Konsumsi teh bersamaan dengan vitamin membuat zat besi akan terhambat untuk diserap tubuh.
2. Teh tanpa bahan tambahan lebih sehat
Pernyataan yang satu ini bisa dipastikan tidak benar. Beberapa bahan tertentu justru akan membuat teh lebih lengkap nutrisinya.
Misalnya seperti menambahkan perasan jeruk lemon atau buah-buahan asam justru dapat menambah komponen flavonoid pada segelas teh. Flavonoid ini bermanfaat untuk membantu menambah konsentrasi otak menjadi lebih tajam.
3. Teh tidak boleh dikonsumsi wanita hamil
Faktanya teh memang tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering pada ibu hamil. Hal ini berkaitan dengan kadar kafein pada beberapa jenis teh yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil.
Jenis teh yang tidak disarankan untuk ibu hamil adalah teh hitam dan teh hijau. Kedua teh tersebut memiliki kadar kafein yang dinilai kurang aman untuk dikonsumsi pada ibu hamil karena dapat berdampak pada janin.
4. Teh herbal lebih sehat
Teh berasal dari tumbuhan berjenis camellia sinensis. Teh oolong, teh hitam, teh putih hingga teh hijau semuanya berasal dari tumbuhan yang sama.
Komponen yang membedakan teh herbal dan daun teh hanya jenis tumbuhannya saja. Sementara untuk kadar vitamin, nutrisi dan mineralnya semua jenis teh memiliki kandungan yang sama baiknya.
5. Minum teh dapat memicu alergi
Bagi sebagian orang yang sensitif atau memiliki alergi bawaan, teh memang bisa menjadi alergen yang memicu alergi. Tetapi bukan teh yang diseduh dari daun teh seperti teh hijau atau teh hitam.
Teh yang dapat memicu alergi adalah beberapa jenis teh tertentu yang berasal dari bunga seperti chamomile dan sebagainya. Maka yang disebut sebagai alergen adalah kandungan alami dari bunga yang diseduh menjadi teh itu sendiri.
6. Teh dapat mengatasi sakit tenggorokan
Bukan sekadar mitos dari orang tua, teh memang baik untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Teh yang biasanya diseduh hangat cocok untuk membantu meredakan peradangan pada tenggorokan.
Pada beberapa jenis teh bahkan juga mengandung komponen antioksidan dan antiinflamasi. Komponen alami ini cocok untuk mengendalikan gejala sakit terutama pada tenggorokan.
7. Teh tak punya masa kedaluwarsa
Jika ada yang menyebutkan bahwa teh tak punya masa kedaluwarsa sebaiknya tidak perlu didengar. Teh dengan kandungan yang masih optimal hanya bertahan hingga enam bulan saja.
Ketika teh disimpan lebih dari enam bulan maka kandungan katekin pada teh akan berkurang. Bahkan ada suatu penelitian yang telah membuktikan bahwa teh yang disimpan lebih dari enam bulan akan mengurangi penurunan katekin hingga 32%.
sumber : detik.com