Warung Kopi, Tempat Ngopi Sekaligus Diskusi Tanpa Disrkiminasi

By Imanuel Youri Karelino / Senin, 11 Januari 2021 - 17:23 WIB

SansRadio - Jakarta, Hai Sans People, hari ini Sans Radio pengen bagi - bagi info menarik soal warung yang sering banget mungkin didatengin sama Sans People kalo lagi bosen atau pengen cari suasana baru. Yup, Sans Radio mau ngobrolin soal Warung Kopi di Indonesia. Kira - kira info warkop apa aja yang bakal kita bahas di #infosans hari ini? Simak terus ya Sans People!

1. Warkop pertama sejak 1878

Warkop tertua yang tercatat diperkirakan ada sejak tahun 1878 dan masih berdiri sampai sekarang, yaitu Warung Tinggi Tek Sun Ho. Warkop ini didirikan oleh Liaw Tek Soen dengan ciri khas Kopi Jantan dan betina sebagai menu andalan mereka. Kopi Jantan memberikan rasa yang sangat kuat dan asam kopi yang sangat terasa juga dipercaya memiliki khaisat untuk bagian vitalitas tubuh. Sedangkan Kopi betina lebih manis sehingga cenderung lebih populer dikalangan remaja. Sejak 143 tahun berdiri, Warung TInggi Tek Sun Ho juga engalami perubahan tidak terkecuali naanya. Saat ini warung Tinggi Tek Sun Ho merubah namanya menjadi Koffie Warung TInggi dan kalau Sans People pengen nyobain sendiri kopi di Warung Tinggi ini, Sans People bisa dateng langsung ke sana di Jl. Sekolah Tangki No. 26, Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

2. Budaya warkop dipengaruhi oleh masyarakat Tionghoa

Selain warkop milik Liaw Tek Soen, beberapa warkop tua dan ternama di Indonesia dimiliki oleh masyarakat yang berasal dari Tiongkok. Bisa diperkirakan bahwa budaya nongkrong diwarkop merupakan pergabungan budaya Indonesia yang cenderung suka ngonrol dengan budaya Tionghoa dengan kopi dan teh. Hal ini juga menandakan bahwa warkop sendiri adalah lambang dari tempat tanpa diskriminasi, semua orang bebas hadir dan berdialog tanpa memperdulikan dari mana ia berasal. Secara, warkop sendiri merupakan kedai yang sedikit banyak dipengaruhi oleh masyarakat Tionghoa asli.

3. Jadi nama grup lawak legendaris, "Warkop Prambors"

Mungkin buat Sans people yang sering nonton Warkop DKI bakal protes nih. Tapi sebenarnya Warkop Prambors adalah cikal bakal dari Warkop DKI sendiri. Grup lawak Warkop Prambors ini awalnya beranggotakan Wahjoe Sardono (Dono), Kasino Hadiwibowo (Kasino), Indrojojo Kusumonegoro (Indro), dan Nanu Mulyono (Nanu). Namun seiring berjalannya waktu, Nanu Warkop sakit dan harus mengundurkan diri. Akhrinya Dono, Kasino, dan Indro memutuskan untuk terus lanjut. Namun mereka harus memberikan royalti kepada pemilik nama asli tersebut, yaitu Radio Prambors setiap kali mereka melakukan pentas atau film. Maka dari itu, mereka bertiga membuat nama baru dengan inisial ketiganya, yaitu Warkop DKI.


Related News