SAMBUT ALBUM BARU, MASTODON RILIS SINGLE `PUSHING THE TIDES`

By Administrator / Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:52 WIB

SansRadio - Jakarta, Unit metal asal Atlanta, Mastodon, semakin dekat untuk merilis album kesembilan mereka. Album baru yang diberi tajuk 'Hushed and Grim' itu dijadwalkan rilis pada 29 Oktober 2021.l Album studio ini juga menandakan format dobel-album pertama mereka selama berkarier sejak tahun 2000.

Pengumuman album ini dibarengi dengan perilisan single baru, ‘Pushing the Tides’ yang menampilkan riff gelap sekaligus memorable sarat beat headbanging. Mastodon juga merilis video musik untuk lagu tersebut yang disutradarai oleh Lorenzo Diego Carrera.

Adapun, proses rekaman album 'Hushed and Grim' dilakukan oleh Mastodon selama satu tahun terakhir ini di Atlanta. Mereka dibantu oleh produser David Bottrill yang dikenal lewat karya-karyanya bersama Tool, Rush, Muse, dan Peter Gabriel.

Nantinya, album terbaru Mastodon berisi 15 nomor yang mencakup variasi genre, dari heavy metal, progressive rock, psychedelic rock hingga punk rock. Album ini juga menjadi sebuah bentuk penghormatan untuk mendiang manajer Mastodon, Nick John, yang meninggal pada 2018 usai bertarung dengan kanker pankreas.

Dalam siaran persnya, Mastodon menyebut bahwa album 'Hushed And Grim' merupakan rekaman yang sangat eksperimental. Mereka mencoba mengeksplorasi genre musik lain dan meninggalkan metal sejenak sebagai nafas utama band ini selama dua dekade terakhir.

"Ketika Hushed and Grim tenggelam dalam salah satu periode tergelap di karier band, cahayanya bersinar dalam manifestasi yang sepenuhnya terwujud tidak hanya dari segala sesuatunya Mastodon, tetapi segala sesuatu yang dapat menjadi Mastodon, dan lebih banyak lagi”.

Mundur sedikit ke belakang, Mastodon sudah mengabarkan soal materi terbaru mereka pada Maret lalu. Saat itu mereka mengonfirmasi bahwa proses mixing dari rekaman yang akan datang sudah sampai setengah jalan.

Gitaris Bill Kelliher berbicara dengan Talking Metal yang dilansir melalui Blabbermouth bahwa semuanya berjalan baik sejauh ini, band ini bekerja sama untuk pertama kalinya dengan produser David Bottrill.

“Sejujurnya, saya belum pernah mendengar tentang dia sebelumnya sampai tahun lalu. Kami banyak berdiskusi tentang siapa yang akan kami gunakan untuk album baru ini. Kami memiliki beberapa produsen berbeda yang kami sukai; kami memang sudah sangat puas dengan semua orang yang pernah bekerja sama dengan Mastodon," kata Bill mengakui.

"Tapi saya pikir, dengan album terbaru ini kurasa Mastodon emang membutuhkan seseorang yang baru - seseorang yang benar-benar segar dan baru," jelas sang gitaris. 

"Kami sudah sempat berbicara di telepon dengan David, dan kami juga sempat menghubungi beberapa orang lain. Tapi karena COVID dan pandemi yang serba ribet, banyak orang nggak memungkinkan untuk bisa hadir atau bahkan nggak mau datang ke Atlanta (asal daerah Mastodon).”

15 track yang mengisi 'Hushed And Grim':

  1. Pain With An Anchor
  2. The Crux
  3. Sickle And Peace
  4. More Than I Could Chew
  5. The Beast
  6. Skeleton Of Splendor
  7. Teardrinker
  8. Pushing The Tides
  9. Peace And Tranquility
  10. Dagger
  11. Had It All
  12. Savage Lands
  13. Gobblers Of Dregs
  14. Eyes Of Serpents
  15. Gigantium

Album Hushed and Grim sendiri menjadi lanjutan dari album ketujuh mereka, Emperor of Sand, yang dirilis pada 2017. Lewat album itu, Mastodon membawa pulang piala Grammy Awards untuk kategori Best Metal Performance dengan lagu ‘Sultan’s Curse’.

Mastodon juga merilis dokumenter belakang layar produksi album Emperor of Sand. Mereka merilis dokumenter berdurasi 75 menit ini secara berseri dalam 12 bagian.

Album ini direkam di The Quarry Recording Studio di Kennesaw, Georgia, AS, bersama produser Brendan O’Brien. Ia juga memproduseri album Crack the Skye (2009) milik Mastodon.

“Emperor of Sand adalah malaikat maut. Pasir (sand) merepresentasikan waktu. Waktu adalah hal pertama yang terlintas di pikiran kita saat kita menerima vonis penyakit keras. Kita akan selalu bertanya, “Berapa lama lagi sisa hidup saya?” papar Brann Dailor, penabuh drum Mastodon.

“Kami tengah merenungi moralitas. Dari semangat itu, album ini berhubungan erat dengan diskografi kami. Album ini dimulai dari 17 tahun lalu, sekaligus merupakan reaksi terhadap segala hal yang terjadi selama dua tahun belakangan. Kami cenderung terinspirasi oleh hal-hal nyata di kehidupan masing-masing,” imbuh bassis Troy Sanders.

Satu tahun setelah album ini dirilis, Mastodon berduka karena manajer mereka meninggal dunia. Kepergian Nick John ternyata berdampak sangat berat terhadap kuartet progressive metal ini. Mastodon bahkan menarik diri dari tur bersama Dinosaur Jr saat itu.

Setelah melewati masa berkabung, mereka justru berencana merilis single cover nomor legendaris Led Zeppelin, “Stairway to Heaven” sebagai penghormatan bagi John. Single tersebut mereka beri judul “Stairway to Nick John”. Keputusan merekam cover tersebut adalah posisi Led Zeppelin sebagai band favorit John.

Sumber : https://www.superlive.id/


Related News