Nasib UMKM Ditengah Pandemi Covid-19

By Rifqi Yudiansyah / Senin, 21 September 2020 - 09:35 WIB

SansRadio - Jakarta,

Sedikitnya 39,9 persen usaha kecil menengah (UKM) memutuskan mengurangi stok barang selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat Covid-19. Sementara itu, 16,1 persen UKM memilih mengurangi karyawan akibat toko fisik ditutup.

Sektor UKM mengalami dampak cukup dalam akibat pandemi Covid-19. Perilaku ini disebabkan adanya penurunan jumlah pembeli dan berubahnya frekuensi belanja masyarakat.

Survey Paxel Buy & Send Insight II menunjukkan bahwa 37,3 persen pembeli tetap berbelanja dengan jumlah yang normal atau lebih sedikit. Namun frekuensi belanja menjadi lebih sering. Di sisi lain 28,3 persen dari customer membeli produk dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Akan tetapi mengurangi frekuensi berbelanja menjadi lebih jarang dari sebelum masa PSBB.

Survei itu menemukan bahwa salah satu cara UKM bertahan di tengah pemberlakuan PSBB adalah dengan mengubah jenis produk yang dijual. 52 persen UKM beralih menjual makanan beku (33,1 persen) dan berbagai jenis kue (17,1 persen) untuk beradaptasi di tengah pandemi.

“Lewat survei Paxel Buy & Send Insight II, Paxel meng-capture kondisi terkini dan kebiasan UKM dalam memasarkan dan mengirim barang dagangan mereka selama masa PSBB,” kata Zaldy Ilham Masita, COO Paxel dalam paparannya.

Survei ini melibatkan 650 UKM penjual online di Indonesia, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian besar atau 91.2 persen UKM penjual online yang disurvei adalah penjual makanan minuman yang selama ini mengandalkan jasa logistik Sameday Delivery.

source : https://shortest.link/TodkR

 


Related News