Kronologi Jerinx SID Dipolisikan Setelah Menyebut Kacung WHO

By Dian Puspita Ramadani / Rabu, 05 Agustus 2020 - 03:42 WIB

SansRadio - Jakarta

Jerinx dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia ke Polda Bali terkait unggahan di akun instagramnya yang menyebut IDI adalah kacung WHO. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menuduh Jerinx telah melakukan tindak pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dalam Pasal 28 ayat (2), Jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasa 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE dan Pasal 310 KUHP.

"Iya, terkait menghina IDI sebagai kacungnya WHO, IDI bubarkan, IDI Ikatan Idiot. Kita kan organisasi kan merasa terhina tehadap hal itu," kata Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja.

Suteja menyatakan IDI Bali menyerahkan seluruhnya ke proses hukum atas kasus ini.

"Karena ada menghina, saya lapor, kalau unsurnya memenuhi kan ditindaklanjuti (polisi). Kalau tidak (merasa menghina), ya, silakan berargumen di pengadilan," jelas beliau.

Jerinx pun buka suara terkait unggahanya di Instagram. Ia mengaku hatinya tersayat, melihat banyaknya ibu yang ditolak bersalin di Rumah Sakit karena tak mampu membayar tes COVID-19 atau rapid tes.

"Saya minta maaf jika IDI tersinggung, saat saya menulis itu hati saya tersayat baca berita banyak wanita yang bersalin ditolak karena tidak mampu bayar tes corona. Saya bayangkan jika itu istri saya, bagaimana perasaan saya," jelas Jerinx saat dikonfirmasi media partner kumparan, Kanalbali, pada Selasa (4/8).

Ia pun mengaku siap memenuhi panggilan polisi pada Kamis (6/8) nanti.

"Siap (dipanggil)," kata pria bernama lengkap I Gede Ari Astina itu.

Kuasa hukum Jerinx, I Wayan Gendo Suardana, menyebut, laporan ke kliennya terkait ujaran kebencian oleh IDI Bali harus ditanggapi secara utuh. Yakni, postingan itu berangkat dari keresahan Jerinx.

"Kalau Jerinx berpendapat begini, posting yang dimaksud adalah postingan yang berangkat dari situasi saat itu, keresahan publik saat itu. Di mana rapid test digunakan syarat layanan di rumah sakit," kata Gendo, saat dihubungi Selasa (4/8).

"Jadi harus komprehensif dan jernih. Antara poster dan caption-nya harus dibaca utuh," imbuh Gendo. Menurut Gendo, sebenarnya Jerinx meminta penjelasan IDI terkait apa dasarnya rapid test digunakan sebagai syarat layanan di rumah sakit. Karena, menurutnya merugikan kepentingan kesehatan publik."

"Kalau disimpulkan di situ, dibaca utuh dan jernih. Maka, di situ Jerinx sebetulnya meminta penjelasan kepada IDI. Salah satunya, terkait situasi di mana rapid test digunakan sebagai syarat layanan. Kurang lebih begitu," ungkapnya.
 

Penjelasan Jerinx tidak mengubah keputusan IDI untuk mencabut laporanya kepada kepolisian. IDI pun menyerahkan kasus ini seluruhnya agar diselesaikan secara hukum. Pasalnya, polisi sudah memeriksa para saksi termasuk pihak IDI dan beberapa saksi ahli.

"Kami sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian Polda Bali. Kemudian, juga menerangkan soal postingan Jerinx yang dituding menghina IDI," ujar Ketua IDI Bali, I Gede Putra Suteja, saat dihubungi, Selasa (4/8).

Saat disebut bahwa sebenarnya Jerinx tak ada niatan menghina IDI. Ia mempersilakan hal itu dijelaskan di pengadilan.

"Mungkin, unsur-unsur memenuhi dan akan ditindaklanjuti oleh aparat, Kalau dia (Jerinx) merasa tidak (menghina) silakan nanti di lembaga peradilan di sana berargumen," ujar Suteja.

 

https://kumparan.com/kumparannews/fakta-fakta-jerinx-dipolisikan-idi-mangkir-hingga-minta-maaf-1twHnxh6SGz


Related News