Inilah 5 Kegiatan Berfaedah yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengisi Hari Sumpah Pemuda

By Valiant Izdiharudy Adas / Senin, 28 Oktober 2019 - 08:54 WIB

Setiap tanggal 28 Oktober, seluruh penjuru Tanah Air memeringati Hari Sumpah Pemuda. Proses yang dilalui oleh para muda-mudi bangsa Indonesia hingga Sumpah Pemuda dihasilkan tidaklah mudah. Apalagi dengan masih eksisnya kedudukan pemerintah kolonial Belanda pada masa itu.

Mulanya, pemuda-pemudi Indonesia berkumpul dalam Kongres Pemuda I yang diadakan pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta). Melalui rapat ini, muncul dorongan terkait penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang dipelopori Muhammad Yamin.

Pun tercipta organisasi baru yang dibentuk dari gabungan beberapa organisasi di Indonesia, yakni Jong Indonesia (Pemuda Indonesia). Diikuti dengan pembentukan PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia).

Hingga pada tanggal 27-28 Oktober 1928, diselenggarakanlah Kongres Pemuda II. Ketika itu, untuk pertama kalinya Sang Saka Merah Putih berkibar dengan diiringi lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan bersama alunan biola sang pencipta, W.R. Supratman.

Puncak dari Kongres Pemuda II adalah pengucapan ikrar oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928.

Berikut adalah rekomendasi kegiatan-kegiatan berfaedah yang bisa kamu lakukan untuk mengisi Hari Sumpah Pemuda.

 

1. Mengikuti Upacara

Kalau biasanya kamu mengucapkan janji siswa dalam upacara biasa di sekolah, akanlah berbeda dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Seperti para pemuda-pemudi bangsa yang hadir dalam Kongres Pemuda II, kamu juga akan melafalkan tiga butir ikrar dalam teks Sumpah Pemuda. Tak lupa lagu Indonesia Raya yang turut dilantunkan bersama dengan pengibaran Sang Merah Putih.

 

2. Mengunjungi Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda berada di Jakarta, tepatnya Jalan Kramat Raya Nomor 106. Ternyata dulunya, gedung Museum Sumpah Pemuda adalah tempat di mana Kongres Pemuda II diselenggarakan.

Di dalam museum ini, kamu bisa melihat langsung biola yang digunakan W.R. Supratman untuk menciptakan lagu Indonesia Raya. Ada juga kumpulan bendera dan foto-foto kegiatan organisasi pemuda pada masa itu, dokumen bersejarah, serta berbagai koleksi lainnya.

Keseluruhan koleksi Museum Sumpah Pemuda dipamerkan dalam beberapa ruang pameran yang disusun sedemikian rupa mengikuti kronologi peristiwa dirumuskannya Sumpah Pemuda.

 

3. Ziarah ke Makam Pahlawan

Para pemuda-pemudi Indonesia dalam Kongres Pemuda I dan II bisa dibilang termasuk pahlawan kemerdekaan Indonesia. Mereka telah menjadi pemersatu muda-mudi dari segala organisasi di Indonesia untuk terus semangat mencita-citakan kemerdekaan Indonesia. Pun bagi mereka yang gugur dalam medan perang demi mengusir para penjajah.

Berziarah ke makam para pahlawan ini tak sekadar memanjatkan doa bagi mereka. Namun, juga sebagai bentuk terima kasih dan pengingat kita akan perjuangan seluruh pahlawan kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

4. Kerja Bakti

Kegiatan yang satu ini mungkin sudah sering kamu dengar. Kegiatan kerja bakti ini dapat dilaksanakan untuk memeringati Hari Sumpah Pemuda.

Bisa dikatakan serupa, tapi tak sama dengan apa yang dilakukan para pemuda-pemudi dalam Kongres Pemuda I dan II. Para muda-mudi bangsa Indonesia saat itu tak memandang perbedaan yang ada di antara mereka. Akan tetapi, mereka bersama-sama mengobarkan semangat demi mencapai Indonesia yang bebas dari para penjajah.

Sementara, dalam kerja bakti juga terkandung makna kebersamaan di mana ada unsur gotong royong atau bekerja bersama-sama dengan saling membantu. Misalnya, kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekolah atau sekitar rumah.

 

5. Baca Buku

Salah satu kegiatan berfaedah yang dapat kamu lakukan guna memeringati Hari Sumpah Pemuda adalah membaca buku. Berbagai buku yang berkaitan dengan perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia dan tentunya Sumpah Pemuda agaknya perlu. Apalagi kalau bukan untuk memperluas wawasan anak bangsa akan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Berikut adalah beberapa buku yang dapat kamu baca untuk mengisi aktivitasmu di Hari Sumpah Pemuda.

Buku Saku Tempo: Muhammad Yamin

Sinopsis: Sejarah memang memiliki kegilaannya sendiri. Yang terpenting dipelajari dari Yamin barangkali bahwa revolusi Indonesia harus dipandang secara lebih rileks. Tak perlu ada glorifikasi karena mozaik itu disusun oleh manusia biasa. Muhammad Yamin salah satunya.

Kisah Muhammad Yamin adalah satu dari delapan cerita tentang para bapak bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Tjokroaminoto, Douwes Dekker, dan Agus Salim. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan,

 

Menjadi Pemuda Harapan Bangsa

Sinopsis: Tidak ada bangsa besar tanpa dukungan pemuda di dalamnya. Tidak ada bangsa jatuh tanpa kontribusi negatif pemudanya. Pemuda adalah harapan besar bangsa. Bangsa yang memiliki pemuda-pemuda hebat yang gemar berjuang, belajar, berdoa, dan berakhlak mulia akan menjadi bangsa yang besar.

Bagaimana bangsa mau maju jika pemudanya malas-malasan, mabuk-mabukan, bikin onar, dan buruk sikapnya? Bersinarlah bagai matahari, bergeraklah bagai angin, dan menunduklah bagai orbit.

Buku ini mengajak kita untuk mulai membenahi diri, guna mengguncang dunia dan berkontribusi untuk bangsa. Maksimalkan kapasitas dan potensi yang kita punya bersama.

 

Sumber : https://bit.ly/32UaiXC


Related News