FOO FIGHTERS UNGKAP KEINGINAN BERMAIN PROGRESSIVE ROCK

By Administrator / Senin, 18 Oktober 2021 - 12:30 WIB

SansRadio - Jakarta, Foo FIghters tampaknya masih belum mau berhenti berkarya dan menikmati masa tua dengan memainkan karya-karya terbaiknya saja. Hal tersebut terungkap ketika Dave Grohl mulai buka suara tentang proyek terbaru yang tengah dipersiapkan oleh Foo Fighters saat ini. Dave Grohl menyatakan bahwa band yang dibentuknya selepas Nirvana ini akan mencoba untuk menawarkan warna musik berbeda dari biasanya. Meskipun begitu, pendiri dari Foo Fighters ini tetap menjaga warna musiknya berada di ranah musik rock.

Melakukan eksplorasi warna musik baru sebenarnya bukan jadi hal yang asing lagi dilakukan oleh Foo Fighters. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa album yang mereka rilis sebelumnya. Salah satunya adalah Medicine At Midnight, album kesepuluh mereka yang rilis pada bulan Februari lalu. Album teranyar yang dirilis oleh Foo Fighters ini memasukkan elemen musik disko dan power pop yang dipadu padankan dengan musik rock. Perpaduan tersebut berhasil membuat album Medicine At Midnight mendapatkan atensi yang cukup besar.

Berkaca dengan dampak yang mereka hasilkan dari album kesepuluhnya, Foo Fighters pun kini mencoba untuk menghadirkan warna musik progressive rock yang kental untuk album kesebelas mereka. Warna musik baru yang coba digunakan dalam proses kreatif Foo Fighters ini pertama kali diungkap oleh Dave Grohl dalam sebuah wawancara bersama Rolling Stone. Dalam wawancara tersebut Dave Grohl menjelaskan bahwa setiap tema album yang coba diangkat oleh Foo Fighters merupakan sebuah respons yang mereka terima dari album sebelumnya. Progressive rock jadi jawaban yang bisa diungkapkan oleh Dave Grohl terkait arahan musik untuk album baru Foo Fighters. Meskipun begitu, Dave Grohl mengakui bahwa dirinya masih belum mulai menulis materi apa pun terkait album baru Foo Fighters nantinya. 

Dalam sesi wawancara tersebut Dave Grohl juga membahas komentar tentang status komersial mereka. Sang vokalis menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menganggap Foo Fighters sebagai kelompok musik papan atas. Bahkan tidak pernah ada di dalam bayangan sang musisi Dave Grohl jadi band yang dinilai keren. Komentar tersebut sempat dirasakan oleh Foo Fighters ketika mereka pertama kali muncul ke permukaan. Banyak orang yang menyayangkan Dave Grohl langsung membuat grup band baru selepas Nirvana bubar. 

Menurut Dave Grohl, di masa awal kemunculan, perjuangan besar yang dilakukan oleh Foo Fighters adalah melawan stigma atau pendapat orang yang menganggap bahwa band bentukannya tersebut tidak boleh terbentuk. Banyak orang beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Dave Grohl bersama Foo Fighters dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatan kepada Nirvana maupun mendiang Kurt Cobain. Padahal, Dave Grohl memahami bahwa apa yang dirinya buat tidak mungkin bisa menggantikan pesona dan pencapaian Nirvana di dunia musik secara keseluruhan.

Di awal tahun 2021 ini, Foo Fighters juga mendapatkan sebuah kesempatan yang cukup mengejutkan. Selama 25 tahun berkarya, akhirnya Foo Fighters mendapatkan kesempatan untuk dapat bermain di acara pelantikan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden secara virtual. Dave Grohl menyatakan bahwa sulit untuk mengemas sebuah penampilan musik secara virtual. Dirinya dan Foo Fighters harus merekam semuanya terlebih dahulu dan memastikan bahwa permainan musik mereka layak untuk ditampilkan. Meskipun mendapatkan kesempatan yang berharga tersebut, Dave Grohl sebagai perwakilan dari Foo Fighters menyatakan bahwa secara pribadi dirinya akan lebih senang untuk bisa tampil di Washington D.C. secara live.

Ibukota dari Amerika Serikat tersebut memang memiliki tempat spesial bagi vokalis dan pendiri dari Foo Fighters tersebut. Pasalnya, Washington D.C. merupakan tempat kelahiran dari Dave Grohl. Selain itu, mendiang ayah dari vokalis Foo Fighters tersebut juga merupakan juru tulis pidato dari salah satu partai politik yang ada di kawasan tersebut. Dave Grohl pun menambahkan bahwa jika sang ayah masih hidup, mengetahui bahwa Foo Fighters bisa tampil untuk acara kenegaraan akan sangat menghadirkan rasa bahagia kepada seluruh anggota keluarganya.

Meskipun jadi salah satu pencapaian yang tidak terduga dalam perjalanan karier 25 tahun band rock tersebut, sebetulnya Foo Fighters telah memiliki rencananya sendiri dalam merayakan hari ulang tahun mereka. Album ke-10 Foo Fighters, Medicines At Midnight merupakan salah satu elemen dalam merayakan 25 tahun perjalanan karier band rock tersebut. Bahkan Foo Fighters sudah mempersiapkan beberapa lokasi penting untuk membuat tur album tersebut jadi spesial. Namun, akibat pandemi virus Corona, perayaan 25 tahun Foo Fighters harus dirayakan secara sangat sederhana. 

Perayaan sederhana ulang tahun ke-25 dari Foo Fighters ini nyatanya membawa keberkahan yang tidak terduga juga bagi para anggotanya. Setiap tahunnya Foo Fighters selalu menghabiskan waktu mereka di jalanan, tampil di satu konser dan konser lainnya. Lalu di tahun 2020, rutinitas tersebut harus terhenti. Tanpa disadari, tahun 2020 akhirnya para anggota Foo Fighters bisa merasakan untuk menikmati waktu bersama keluarga masing-masing dan setiap anggota Foo Fighters pun merasa bahwa mereka pantas untuk mendapatkan waktu istirahat ini.

Membicarakan tentang album Minutes to Midnight, Dave Grohl mengakui bahwa proses penulisan pada album tersebut dianggap sebagai salah satu proses yang menyenangkan dan membuat dirinya berhasil memaksimalkan output dalam menghasilkan karya terbaik bagi Foo Fighters. Dave Grohl pun mengungkapkan bahwa mungkin saja beberapa fans akan merasa sedikit asing saat pertama kali mendengarkan album tersebut. Terlebih mengetahui bahwa banyak elemen musik yang unik, seperti aplikasi drum loops, warna musik yang funky, serta pendekatan musik pop yang tersaji pada album ke-10 dari Foo Fighters tersebut. Namun jika didengarkan secara intensif, para penggemar Foo Fighters akan menemukan semangat yang sama dari karya-karya mereka sebelumnya.

Sumber : https://www.superlive.id/


Related News