Danudjaditya Singel ke-4 Ocknut Aparam

By Administrator / Senin, 04 Oktober 2021 - 09:00 WIB

SansRadio - Jakarta, Nuransathä adalah negeri yang disusun dari jutaan peperangan. Pancangnya kokoh di atas darah pemberontak dan tangis para ibu yang kehilangan. Sebagian gambar pemberontak digantung di dinding sekolah, terpampang di banyak buku pelajaran, dan diingat dalam banyak perayaan. Sebagian lagi tak jelas makamnya. Rusak nama keluarganya.  Nuransathä hari ini tidak berubah. Masih kokoh di atas darah rakyatnya sendiri.

Fragmen itu diantar Danudjaditya lewat single ke-4 berjudul 'Öcknut Aparäm'. Lagu yang memperdengarkan sedikit cuplikan distopia bernama Nuransathä, yang dibuka dengan kekacauan, dibesarkan pemerintahan baru yang lebih sistematis tetapi cenderung bersifat opresif.

"Produksi kekerasan di sana terlembagakan. Instansi bernama 'Öcknut Aparäm' ini memusuhi rakyat Nuransathä dan bertindak semena-mena. Beda jauh dengan Indonesia yang rakyatnya sejahtera, pemerintahnya baik dan militernya pun santun. Nuransathä adalah distopia, negeri tak ideal," beber Didit.

Dunia khayalan itu dia antar lewat musik berkecapatan sedang didominasi suara fuzz kotor dan beat drum agresif, serupa tiga single sebelumnya: 'Suay Marabahaya', 'Adiksi Atensi', dan 'Buyar Seketika'. Nuansa yang kental dengan punk 70an itu baginya masih jadi medium yang tepat untuk mengisahkan distopianya sekaligus mengantar pengalaman musikal bertensi tinggi ke telinga pendengar.

"Di single ini saya tidak mengerjakannya seorang diri seperti karya-karya sebelumnya. Saya menggaet salah satu pemain cello kawakan di Yogyakarta yakni Rarya Lakshito yang juga didaulat sebagai Co-Producer," terang Danu.

Selain Rarya, ia banyak berkolaborasi saat mengerjakan single ke-4 itu. Proses pencarian lalu penataan suara dipasrahkan ke sebuah Local Movement baru di Yogyakarta yang bernama SönLéTarian. Cover artwork juga dibantu oleh illustrator langganan band-band cutting edge Resharrris.

'Öcknut Aparäm' sudah siap merobek telinga para pendengarnya pada tanggal 30 September di platform musik digital kesayangan kalian.

Danudjaditya sendiri merupakan proyek musik solo dengan konsep dynamic duo, dimana hanya terdiri dari Gitar dan Drum saja. Proyek ini diinisiasi oleh Didit dan awalnya dibantu oleh Mas Jono Terbakar untuk isian drumnya. Pada proyek musik ini, Didit mencoba bereksperimen dengan menggabungkan nuansa agresif dari band punk 70an dengan suara fuzz gitar yang Lo-Fi namun tetap Heavy yang dihasilkan dari kombinasi efek gitar, ampli, dan mic bawaan smartphone yang digunakan sebagai penangkap suara dari amplifier.


Related News